Senin, 06 Mei 2013

MENGGALI ENERGI SYUKUR


Bagian Ketiga
Oleh Ngainun Naim

Syukur dengan hati berarti cinta Allah, ikrar untuk beribadah hanya kepada Allah semata, iman dan yakin bahwa hanya bagi-Nya segala sifat kesempurnaan, keagungan dan pemberi anugerah, apa pun bentuknya, kepada kita. Hanya Dia yang memberi nikmat dan segala hal dalam hidup kita. Syukur dengan lisan berarti memuji dan berdzikir kepada Allah, menahan diri dari ucapan yang tidak berguna atau omong kosong. Dan syukur dengan anggota atau amal berarti mendayagunakan segenap anggota badan untuk berkhidmat kepada Allah, sesuai dengan perintah dan larangannya. Dengan demikian, syukur yang sesungguhnya adalah perpaduan antara ketiga aspek tersebut.
Pentingnya makna syukur itu ternyata tidak hanya disadari oleh kaum Muslim saja, tetapi juga para ahli dari Barat.  Salah seorang di antaranya adalah Rhonda Byrne yang menulis buku spektakuler, The Secret. Buku ini sangat laris dan memberikan inspirasi kepada banyak orang di dunia. Dalam salah satu bagian buku itu dikutip pendapat James Ray yang sangat mengesankan. Ray mengatakan bahwa, “Bagi saya, syukur adalah suatu latihan yang penuh daya. Setiap pagi saya bangun dan berucap, “Terima kasih”. Setiap pagi, ketika kaki menyentuh lantai, “Terima kasih”. Kemudian saya mulai memikirkan apa yang saya syukuri sambil menyikat gigi dan melakukan hal-hal yang biasa saya lakukan di pagi hari. Saya tidak hanya memikirkannya sambil melakukan hal-hal rutin, tetapi saya juga mengungkapkan dan merasakan perasaan-perasaan syukur itu”.
Coba Anda cermati kata-kata James Ray tersebut. Kata-kata tersebut sebenarnya biasa saja, tetapi kandungan maknanya sangat luar biasa. Betapa syukur itu harus disadari, dilakukan, dan terus dihayati sepanjang hari. Kita bisa bangun pagi harus disyukuri karena itu suatu anugerah yang luar biasa. Setelah itu ke kamar mandi dengan berjalan juga harus disyukuri. Bisa sikat gigi harus disyukuri. Ringkasnya, segala yang kita mampu melakukannya merupakan hal yang harus disyukuri, sebab itu merupakan anugerah luar biasa. Kita harus membangun kesadaran diri akan anugerah yang sering kita abaikan ini.
Begitu pentingnya arti dan makna syukur sampai seorang penulis buku, Bambang Pribadi, dalam bukunya Jalan Pintas, Metode 5 Langkah Menuju Rahasia (2007) menyatakan bahwa syukur adalah awal dari semua keajaiban, manakala seseorang mulai menanggalkan kebiasaan memandang segala sesuatu sebagai kebetulan-kebetulan. Syukur adalah benih kelimpahan. Syukur adalah benih iman yang sesungguhnya. Ketika seseorang bersyukur dengan tulus, ia memiliki benih iman itu.
Aspek penting yang dapat dipetik dari paparan di atas adalah syukur itu mengandung energi positif bagi tumbuhnya beraneka ragam potensi dalam diri setiap orang. Syukur akan menumbuhkan kebahagiaan, kedamaian, dan menumbuhkan berbagai kepuasan tiada terkira. Dengan syukur, seseorang sesungguhnya sedang membangun sebuah titik pijak untuk mencapai kesuksesan dalam hidup, apa pun bentuknya. Jika kita mampu bersyukur dengan tulus dan dalam makna yang sesungguhnya, maka kita akan menjadi manusia yang termasuk golongan yang sedikit, sebagaimana diisyaratkan dalam al-Qur’an. Tetapi jika kita mampu bersyukur atas setiap anugerah yang Allah berikan kepada kita, betapa pun kecilnya, maka Allah akan memberikan tambahan kenikmatan kepada kita. Dan itulah energi yang seharusnya kita gali dan biasakan dalam kehidupan kita. Salam! [Kampus STAIN Tulungagung, Senin, 6 Mei 2013].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Komentar anda sangat saya hargai.