Sebuah undangan masuk
ke Grup WA Mabincab PMII Tulungagung pada Sabtu, 12 September 2026. Intinya
kami pengurus Majelis Pembina Cabang diharapkan hadir pada pembukaan Pelatihan
Kader Lanjutan (PKL) 2026 yang dilaksanakan oleh PC PMII Tulungagung. Lokasi kegiatan
di Aula UPT Balai Latihan Kerja Pulosari Ngunut Tulungagung.
Undangan ini
menarik. Sengaja saya membuat catatan singkat sebagai bahan renungan yang bisa
dibaca oleh para kader maupun alumni PMII di mana pun berada. Persoalan setuju
atau tidak dengan isinya itu terserah kepada masing-masing.
Saya percaya
bahwa tulisan memiliki tingkat persebaran yang lebih luas. Juga memiliki tingkat
keawetan yang lebih dibandingkan berbincang di sebuah ruangan.
Pilihan membuat
tulisan ini sesungguhnya juga sebagai upaya merawat kebiasaan saja. Sayang jika
gagasan yang muncul, meskipun sederhana, hilang begitu saja. Jika ditulis tentu
ada jejaknya yang bisa dibaca di saat berbeda.
Moral
Bangsa Indonesia
hari-hari ini sedang menghadapi berbagai persoalan yang cukup pelik. Lingkungan
rusak berat, korupsi merajalela, pelanggaran hukum terjadi di mana-mana, dan
aneka persoalan yang semakin hari semakin memusingkan.
Sejauh ini belum
ada harapan yang menggembirakan akan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Akademisi, mahasiswa, agamawan, aktivis, dan para penggerak perubahan masih
kebingungan memahami realitas dan menentukan arah transformasi. Semuanya saling
menunggu, saling berharap, dan mengidealkan kehidupan bersama yang lebih baik. Langkah-langkah
perbaikan masih seputar alur simulakra.
Saya sepakat
dengan pendapat yang menyebutkan bahwa muara dari semua persoalan ini
sesungguhnya adalah moral (Khozin, 2017). Moral yang bobrok teraktualisasi dalam aneka
ketidakberesan yang secara kasat mata kita saksikan.
PMII, dalam
konteks ini, seharusnya menjadi penjaga moral. Jangan justru memperkeruh
keadaan dengan melakukan tindakan, gerakan, dan pemikiran yang membuat moral
semakin keropos.
Kelembagaan
Pelatihan Kader
Lanjutan (PKL) adalah ikhtiar strategis yang perlu untuk terus dirawat. Ada
banyak manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan semacam ini.
Adanya kegiatan
semacam ini menandakan bahwa pendidikan kaderisasi berjalan dengan baik. Semakin
banyak kader yang ikut kegiatan, semakin bagus. Oleh karena itu perlu
diupayakan untuk mengirim sebanyak mungkin kader dalam kegiatan-kegiatan
semacam ini.
Organisasi yang
sehat itu terdiri dari tiga pilar. Pertama, regulasi. Regulasi itu
dibuat untuk dipatuhi, bukan dijadikan sebagai sarana pragmatis tertentu. Semua
sahabat di level apa pun harus memahami, mematuhi, dan menjadikan regulasi
sebagai aturan yang ditaati bersama.
Kedua, norma. Dalam konteks ini, PMII sesungguhnya hidup dari
semangat belajar dan pemahaman kolektif atas peran masing-masing. Semua warga
pergerakan penting. Masing-masing perlu saling mendukung dan menguatkan.
Ketiga, budaya. PMII seharusnya bertumpu pada konsensus dan rasa
saling percaya. Ini yang menjadi fondasi kohesivitas warga (Fathul Wahid, 2026). Jangan ada saling curiga. Kepercayaan perlu dibangun
bersama dan juga dirawat bersama.
Pendayagunaan Akal
Zaman telah
berubah dengan sangat cepat. Maka tidak ada pilihan selain harus memahami
perubahan secara baik. Perubahan harus direspon secara aktif dan kreatif.
Dalam konteks
ini, PMII perlu mendayagunakan potensi akalnya untuk kemajuan bersama. Jika ditelusuri,
nuktah-nuktah tentang pendayagunaan akal untuk pengembangan ilmu pengetahuan
dan pengikatan kualitas hidup dalam ajaran Islam cukup banyak. pertama, Allah
memerintahkan agar manusia senantiasa berpikir dan menggunakan pikirannya dalam
memecahkan persoalan-persoalan hidup yang dihadapi.
Kedua, Allah telah melakukan “liberalisasi” dalam bidang ilmu.
Semua manusia (Muslim) wajib mencari ilmu.
Ketiga, dengan akal manusia diperintahkan untuk membuktikan
kekuasaan Allah dengan cara mengkaji dan mengelola alam demi keperluan
hidupnya, namun dilarang berbuat kerusakan dan pertumpahan darah.
Keempat, manusia diperintahkan untuk fantasyiru fil ardl, mengembara
di muka bumi, dalam rangka mencari ilmu pengetahuan.
Kelima, kecintaan terhadap informasi dan pengetahuan merupakan
aktualisasi terhadap kegiatan belajar (A. Malik Fadjar, 2025).
Saya sampaikan
selamat ber-PKL. Semoga PMII semakin maju dan terus berkembang. Juga memberikan
kontribusi pada individu, organisasi, dan masyarakat secara luas. Amin.
Trenggalek, 13 September 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Komentar anda sangat saya hargai.