Minggu, 13 September 2026

Moral, Kelembagaan, dan Pendayagunaan Akal

Ngainun Naim

Sebuah undangan masuk ke Grup WA Mabincab PMII Tulungagung pada Sabtu, 12 September 2026. Intinya kami pengurus Majelis Pembina Cabang diharapkan hadir pada pembukaan Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) 2026 yang dilaksanakan oleh PC PMII Tulungagung. Lokasi kegiatan di Aula UPT Balai Latihan Kerja Pulosari Ngunut Tulungagung.

Undangan ini menarik. Sengaja saya membuat catatan singkat sebagai bahan renungan yang bisa dibaca oleh para kader maupun alumni PMII di mana pun berada. Persoalan setuju atau tidak dengan isinya itu terserah kepada masing-masing.

Saya percaya bahwa tulisan memiliki tingkat persebaran yang lebih luas. Juga memiliki tingkat keawetan yang lebih dibandingkan berbincang di sebuah ruangan.

Pilihan membuat tulisan ini sesungguhnya juga sebagai upaya merawat kebiasaan saja. Sayang jika gagasan yang muncul, meskipun sederhana, hilang begitu saja. Jika ditulis tentu ada jejaknya yang bisa dibaca di saat berbeda.

 

Moral

Bangsa Indonesia hari-hari ini sedang menghadapi berbagai persoalan yang cukup pelik. Lingkungan rusak berat, korupsi merajalela, pelanggaran hukum terjadi di mana-mana, dan aneka persoalan yang semakin hari semakin memusingkan.

Sejauh ini belum ada harapan yang menggembirakan akan kehidupan sosial kemasyarakatan. Akademisi, mahasiswa, agamawan, aktivis, dan para penggerak perubahan masih kebingungan memahami realitas dan menentukan arah transformasi. Semuanya saling menunggu, saling berharap, dan mengidealkan kehidupan bersama yang lebih baik. Langkah-langkah perbaikan masih seputar alur simulakra.

Saya sepakat dengan pendapat yang menyebutkan bahwa muara dari semua persoalan ini sesungguhnya adalah moral (Khozin, 2017). Moral yang bobrok teraktualisasi dalam aneka ketidakberesan yang secara kasat mata kita saksikan.

PMII, dalam konteks ini, seharusnya menjadi penjaga moral. Jangan justru memperkeruh keadaan dengan melakukan tindakan, gerakan, dan pemikiran yang membuat moral semakin keropos.

 

Kelembagaan

Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) adalah ikhtiar strategis yang perlu untuk terus dirawat. Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan semacam ini.

Adanya kegiatan semacam ini menandakan bahwa pendidikan kaderisasi berjalan dengan baik. Semakin banyak kader yang ikut kegiatan, semakin bagus. Oleh karena itu perlu diupayakan untuk mengirim sebanyak mungkin kader dalam kegiatan-kegiatan semacam ini.

Organisasi yang sehat itu terdiri dari tiga pilar. Pertama, regulasi. Regulasi itu dibuat untuk dipatuhi, bukan dijadikan sebagai sarana pragmatis tertentu. Semua sahabat di level apa pun harus memahami, mematuhi, dan menjadikan regulasi sebagai aturan yang ditaati bersama.

Kedua, norma. Dalam konteks ini, PMII sesungguhnya hidup dari semangat belajar dan pemahaman kolektif atas peran masing-masing. Semua warga pergerakan penting. Masing-masing perlu saling mendukung dan menguatkan.

Ketiga, budaya. PMII seharusnya bertumpu pada konsensus dan rasa saling percaya. Ini yang menjadi fondasi kohesivitas warga (Fathul Wahid, 2026). Jangan ada saling curiga. Kepercayaan perlu dibangun bersama dan juga dirawat bersama.

 

Pendayagunaan Akal

Zaman telah berubah dengan sangat cepat. Maka tidak ada pilihan selain harus memahami perubahan secara baik. Perubahan harus direspon secara aktif dan kreatif.

Dalam konteks ini, PMII perlu mendayagunakan potensi akalnya untuk kemajuan bersama. Jika ditelusuri, nuktah-nuktah tentang pendayagunaan akal untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan pengikatan kualitas hidup dalam ajaran Islam cukup banyak. pertama, Allah memerintahkan agar manusia senantiasa berpikir dan menggunakan pikirannya dalam memecahkan persoalan-persoalan hidup yang dihadapi.

Kedua, Allah telah melakukan “liberalisasi” dalam bidang ilmu. Semua manusia (Muslim) wajib mencari ilmu.

Ketiga, dengan akal manusia diperintahkan untuk membuktikan kekuasaan Allah dengan cara mengkaji dan mengelola alam demi keperluan hidupnya, namun dilarang berbuat kerusakan dan pertumpahan darah.

Keempat, manusia diperintahkan untuk fantasyiru fil ardl, mengembara di muka bumi, dalam rangka mencari ilmu pengetahuan.

Kelima, kecintaan terhadap informasi dan pengetahuan merupakan aktualisasi terhadap kegiatan belajar (A. Malik Fadjar, 2025).

Saya sampaikan selamat ber-PKL. Semoga PMII semakin maju dan terus berkembang. Juga memberikan kontribusi pada individu, organisasi, dan masyarakat secara luas. Amin.

 

Trenggalek, 13 September 2026

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Komentar anda sangat saya hargai.