Jumat, 23 Oktober 2026

Suara Memantul



Pernahkah Anda mendengar suara memantul? Atau justru Anda sering uji coba memantulkan suara di ruangan yang potensial?

Masa kecil kita biasanya banyak memiliki pengalaman unik. Suara memantul, dulu di masa kecil, saya alami saat pergi ke tepian jurang. Kami berteriak lalu suara memantul terdengar.

Hal semacam ini tidak hanya saya yang melakukannya tetapi juga teman-teman. Rasanya Sebagian besar dari kami melakukannya.

Catatan ini, meskipun tentang suara memantul, namun konteksnya berbeda. Catatan ini berkaitan dengan amal perbuatan kita.

Salah satu kebiasaan saya adalah membaca buku-buku agama. Salah satunya buku tafsir. Tidak sering. Hanya kalau ada kesempatan saja.

Saya menemukan penjelasan menarik tentang suara memantul ini bukan dalam konteks fisika namun dalam konteks ilmu tafsir.

Dalam Tafsir Al Misbah Jilid 15 karya Prof. Dr. M. Quraish Shihab, saya menemukan penjelasan bahwa apa yang kita lakukan terhadap orang lain itu ibarat suara memantul.

Penjelasan ini penting untuk evaluasi perbuatan kita sehari-hari. Sebagai manusia kita tidak selalu berbuat baik. Kadang juga melakukan keburukan.

Apa pun yang kita lakukan akan ada balasannya. Sebagaimana suara memantul, kebaikan akan ada pantulan kebaikan. Demikian juga dengan keburukan.

Tugas kita sebagai manusia adalah terus berikhtiar menjadi manusia yang lebih baik setiap hari. Memang ini bukan pekerjaan mudah tetapi harus terus dilakukan sebagai aktualisasi keislaman yang berkualitas.

 

Trenggalek, 15.10.2026

4 komentar:

  1. Mantap... Kakak

    BalasHapus
  2. Selalu renyah enak dibaca setiap kata setiap kalimat karya Prof Ngainun Naim ini. Saya selalu kagum dengan semua tulisan karya jenengan prof.

    Bismillah semoga bisa nular ke santri nya ini. Amin.

    BalasHapus
  3. Subhanallah....Semoga kita selalu mendapatkan Taufik dan Hidayah-Nya, Dengan izin-Nya pula kita bisa selalu berusaha sekuat tenaga, melangkah menuju kebaikan sepanjang hayat.... 🤲🤲🤲

    BalasHapus
  4. Subhanallah! Betapa suara memantul menentukan diri kita. Moga yang kita suarakan adalah pantulan yang baik. Aamiin
    Terimakasih Pa, Prof!

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Komentar anda sangat saya hargai.