Rabu, 17 April 2013

PENGANTAR PENULIS BUKU THE POWER OF READING


Judul: The Power of Reading, Menggali Kekuatan Membaca untuk Melejitkan Potensi Diri
Penulis: Ngainun Naim
Penerbit: Aura Pustaka Yogyakarta
Edisi: April 2013

Hidup manusia senantiasa bersifat dinamis dan penuh warna. Tidak ada manusia yang sejarah dan perjalanan hidupnya hanya monoton. Mungkin benar jika dalam sehari-hari, aktivitas seseorang hanya diisi dengan rutinitas yang tidak berubah. Misalnya jadwal aktivitas kesehariannya selalu dimulai dengan berangkat ke kantor di pagi hari, pulang menjelang senja, dan menikmati liburan pada hari sabtu dan minggu. Tetapi dari rutinitas itu pasti ditemukan sesuatu yang berbeda dari waktu ke waktu. Selalu saja ada hal yang berbeda.
Banyak orang yang sekarang ini mengalami kejenuhan dan tertekan perasaannya karena kurangnya warna dalam hidup. Ada titik kebosanan, kehampaan, dan ketidakjelasan dalam arah dan perjalanan hidup. Bahkan tidak sedikit yang putus asa, lalu memilih jalan hidup secara ekstrim, misalnya bunuh diri. Pilihan hidup semacam ini disebabkan—salah satunya—karena segala sesuatunya dirasakan begitu menjemukan.
Namun kita juga tidak menutup mata terhadap manusia yang mampu terus dinamis, optimis, dan senantiasa memandang hidup dengan penuh keceriaan. Persoalan bagi manusia adalah bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan. Tidak ada manusia yang tidak punya persoalan. Merupakan suatu hal yang mustahil jika ada manusia yang tidak punya persoalan sama sekali. Barangkali hal penting yang membedakan antara satu orang dengan orang yang lainnya adalah caranya menghadapi masalah yang ada.
Di sinilah arti penting cara berpikir yang tepat. Dalam cara pandang semacam ini, segala sesuatunya akan senantiasa dilihat dengan penuh optimis-positif. Namun tidak boleh dilupakan bahwa segala sesuatunya harus disandarkan kepada kesadaran penuh akan eksistensi kita sebagai manusia yang penuh keterbatasan. Sesungguhnya segala sesuatu yang berkaitan dengan hidup kita, bagaimana pun kondisinya, merupakan anugerah tiada terkira dari Allah Swt. Oleh karena itu, sebagaimana penjelasan Indra Gunawan (2004), apa pun yang kita lakukan dalam setiap harinya; apakah itu membasuh tangan, menyikat gigi, buang air, mencuci piring, menyapu lantai, membaca koran, mendengarkan suara, bekerja, atau menghirup dan mengembuskan nafas, semuanya itu harus senantiasa disyukuri dan menjadi kesadaran yang sepenuhnya dihayati. Inilah sikap hidup meditatif yang tenggelam menyadari apa yang terjadi pada tubuh, pikiran, perasaan, dan dunia di sekeliling kita. Dengan demikian, pekerjaan apa pun bila didekati dengan sikap yang senantiasa baru, seakan-akan baru pertama kali dikerjakan.
Persoalannya, tidak semua manusia menggunakan cara berpikir semacam ini. Banyak manusia yang tenggelam dalam keangkuhan diri, tenggelam dalam rutinitas, tenggelam dalam kompleksitas persoalan hidup yang tidak mudah diurai, dan hanyut dalam arus perubahan yang tiada henti. Berpikir dan merancang untuk melakukan perubahan diri secara signifikan sama sekali jauh dari bayangannya.
Memang, ada banyak faktor yang membuat manusia dapat berubah jalannya hidupnya, terutama perubahan dalam maknanya yang positif. Ada yang berubah karena pengaruh orang tua, pengaruh guru, lingkungan, pergaulan, pengalaman hidup, maupun pengaruh lainnya. Namun ada juga yang berubah karena menemukan kata-kata tertulis yang begitu memengaruhi dirinya. Bisa jadi kata-kata tertulis itu termuat dalam buku, koran, majalah, atau dalam media-media lainnya. Dari mana pun asal tulisan tersebut, yang jelas aktivitas membaca ternyata bisa membuat seseorang mampu mengubah jalan hidupnya secara cukup signifikan.
Membaca memang sangat penting artinya bagi manusia. Makna penting membaca ini sudah tidak perlu diragukan atau diperdebatkan. Sebab, hampir semua orang akan mengiyakan jika ditanya tentang makna penting membaca. Membacalah yang mampu membuat seseorang keluar dari tempurung pengetahuannya yang kerdil. Lewat membaca, seseorang mampu menjelajah selaksa wilayah luas tak bertepi. Ada banyak hal luar biasa yang bisa diraih dari menjelajahi dunia aksara ini.
Namun demikian, tidak setiap aktivitas membaca akan memiliki makna yang dahsyat sehingga mampu menggerakkan, memberdayakan, apalagi mampu merubah jalan hidup seseorang. Dibutuhkan berbagai prasyarat dan kondisi yang mendukung agar kegiatan membaca mampu menjadikan seseorang “berubah” menjadi “manusia baru” yang tercerahkan.
Membaca akan memiliki makna yang cukup penting ketika pembacanya mampu menangkap makna, baik yang tersurat maupun tersirat, dari teks tertulis yang dibacanya. Jika hal ini tidak mampu dilakukan, maka membaca juga akan kehilangan makna dan fungsinya yang substansial. Membaca dalam konteks yang semacam ini bukanlah sebuah kegiatan yang akan mampu memperkaya informasi, memberdayakan, apalagi mengubah jalan hidup seseorang.
Buku ini mengulas tentang bagaimana banyak orang yang mampu berubah hidupnya karena teks tertulis. Ada yang perubahannya begitu monumental, ada juga yang perubahannya biasa saja. Semuanya tergantung kepada kondisi hidup masing-masing orang. Tetapi di luar itu semua, satu hal yang penting untuk direnungkan bahwasanya manusia itu memang bisa berubah hidupnya karena pengaruh teks. Namun hal itu tidak terjadi begitu saja.
Apa yang penulis hadirkan dalam buku ini sesungguhnya bermuara dari sebuah impian juga. Sebuah impian yang—mungkin saja—bagi kebanyakan orang dinilai absurd. Dalam masyarakat, membaca masih menjadi kebiasaan kalangan yang sangat terbatas. Hanya orang-orang tertentu saja yang memiliki budaya membaca yang baik. Tetapi penulis memiliki impian bahwa semangat membaca akan tumbuh subur dan berkembang dengan membangun kesadaran secara luas akan dampak positif membaca. Ya, membaca tidak hanya mampu menghadirkan setumpuk mozaik wawasan di otak kita, tetapi sesungguhnya membaca juga mampu memberdayakan dan membuat hidup kita menjadi lebih berkualitas.
Dalam kerangka impian semacam inilah buku ini disusun. Memang bukan sebuah hal yang luar biasa, tetapi penulis berharap pembaca sekalian akan dapat merasakan efek perubahan yang nyata setelah membaca buku ini. Apalagi apa yang penulis hadirkan bukan hanya kerangka teoritis semata, tetapi juga didukung dengan kisah-kisah inspiratif, baik dari tokoh-tokoh terkenal dari dalam dan luar negeri, juga manusia-manusia biasa yang menjalani hidupnya dengan bersahaja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Komentar anda sangat saya hargai.