Jumat, 23 Januari 2026

Menjadi Muslim yang Lebih Baik


 

Ngainun Naim

 

Tantangan kehidupan sekarang ini semakin banyak. Tantangan ini disebabkan oleh banyak hal. Salah satu sumber tantangan adalah teknologi informasi yang dibawa oleh apa yang disebut KH. Muhammad Makmun dari Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri sebagai setan gepeng.

Sebutan ini ditujukan ke handphone. Memang banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan adanya handphone. Komunikasi sekarang berlangsung secara cepat dan lancar menembus batas ruang dan waktu. Banyak manfaat dan kemudahan dengan hadirnya handphone.

Namun kita juga tahu bahwa handphone juga memiliki banyak sisi negatif. Siapa saja bisa terpengaruh negatif, terutama generasi muda. Kenakalan remaja, persebaran pornografi, bully, dan aneka dampak negatif menjadi kenyataan yang tidak bisa untuk dihindari.

Jika melihat kenyataan yang ada maka hal yang penting dilakukan adalah optimalisasi sisi-sisi positifnya dan mencegah efek negatifnya. Jika tidak mampu untuk mencegah, setidaknya meminimalisirnya. Ini bukan sebatas sebagai pengetahuan tetapi penting untuk ditindaklanjuti menjadi tindakan.

Wacana yang riuh merupakan hal yang penting. Dalam diskusi yang produktif dan konstruktif lazimnya lahir gagasan, ide, dan berbagai aspek perkembangan ilmu pengetahuan. Aktualisasi dari ilmu yang dipelajari dalam perilaku hidup sehari-hari merupakan aspek yang sangat penting.

Pondok pesantren adalah tempat di mana ilmu menjadi bagian tidak terpisah dalam kehidupan sehari-hari. Inilah benteng utama yang perlu untuk terus diperkuat. Di tengah tantangan zaman yang semakin berat ini, pondok pesantren merupakan tempat yang menjadi tumpuan harapan masyarakat.

Sekarang ini pondok pesantren semakin banyak. Namun jumlahnya belum seimbang dengan jumlah anak yang ada. Selain itu, belum tentu semua anak mau belajar di dalamnya. Merupakan hal yang penting untuk disyukuri dengan adanya pondok pesantren dan adanya anak-anak yang mau belajar di dalamnya.

 

Pentingnya Ilmu

Ilmu, khususnya ilmu-ilmu agama, memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Tanpa ilmu, hidup bisa berjalan tanpa arah. Dengan ilmu, hidup akan terarah.

Dalam pengajian di Pondok Pesantren Darul Falah Parakan Trenggalek pada 19 Januari 2026, KH. Muhammad Makmun menjelaskan panjang lebar hal-ikhwal pentingnya ilmu pengetahuan. Beliau mengajak semua yang hadir untuk bersyukur terhadap adanya pondok pesantren. Juga dengan adanya santri-santri yang terus belajar ilmu pengetahuan. Mendoakan para santri agar ilmunya berkah. Para santri—juga para hadirin—diharapkan untuk terus belajar ilmu agama. Orang yang mau belajar ilmu-ilmu agama dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari akan mendapatkan kebaikan dalam hidup.

Kebaikan itu lahir karena ilmu. Tanpa ilmu adanya adalah apa yang beliau sebut sebagai otak atik matuk. Model ini bergantung pada selera pembuatnya. Jadi dasarnya nafsu, bukan ilmu. Jika ini diterapkan dalam kehidupan, bisa berbahaya. Kehidupan bisa rusak karena tidak adanya panduan yang benar berdasarkan ilmu.

Pentingnya ilmu-ilmu agama sesungguhnya memiliki landasan yang jelas. Belajar ilmu agama itu merupakan ibadah utama. Karena itu, orang yang terus belajar ilmu agama akan mendapatkan pahala yang lebih dibandingkan orang ahli ibadah yang tidak memiliki ilmu agama.

Idealnya adalah ahli ilmu agama dan ahli ibadah. Perpaduan keduanya ini tidak mudah. Biasanya rajin belajar tetapi kurang dalam ibadah. Sebaliknya, rajin beribadah tetapi kurang dalam belajar. Komposisi yang paling berbahaya adalah tidak rajin ibadah dan juga tidak belajar ilmu agama.

Tugas kita sebagai Muslim berusaha untuk terus belajar ilmu agama meskipun usianya tidak muda. Hadir di pengajian, misalnya, merupakan bentuk belajar yang bisa dilakukan. Ini merupakan cara untuk menjadi Muslim yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Komentar anda sangat saya hargai.