Senin, 02 September 2013

Selamat Datang, Mahasiswa Baru!



Selamat Datang, Mahasiswa Baru!
Oleh Ngainun Naim

Sebuah SMS masuk ke HP-ku. Kulihat dari SMS Center kantor tempatku bekerja. Isinya tentang pemberitahuan bahwa kuliah semester ganjil dimulai pada hari senin tanggal 2 September.
Setelah seminggu OSPEK, mahasiswa baru mulai memasuki bangku kuliah. Biasanya, ada rona bahagia terlihat pada wajah-wajah mereka. Ada harapan indah tentang hari-hari yang akan dijalani. Kini, mereka tidak lagi harus mengenakan baju seragam. Mereka juga tidak lagi harus datang dengan harap-harap cemas karena waktu mepet dan harus berhadapan dengan guru piket yang berdiri serius dan berwajah sangar di depan pagar gerbang. Segala sesuatunya tergantung kepada diri mahasiswa. Tingkat kemandirian dan kemampuan mengelola diri menjadi kunci sukses dalam menjalani kuliah.
Transisi dari seorang siswa menjadi mahasiswa ternyata tidak selalu mudah. Banyak yang tidak berhasil melakukan adaptasi. Akibatnya, kuliah tidak dijalani secara serius. Waktunya justru digunakan untuk berbagai kegiatan ekstra dan intra kampus. Perkuliahan sendiri justru diabaikan. Bahkan tidak jarang yang kemudian kuliahnya berantakan karena tidak serius menjalaninya.

Modal Penting
Aspek penting yang seharusnya dilakukan oleh seorang mahasiswa baru adalah menentukan titik orientasi dan menyusun rencana bagaimana ia menjalani perkuliahan. Untuk itu, diskusi dan banyak bertanya kepada kakak tingkat yang berprestasi sangat penting artinya. Bisa juga diskusi dilakukan dengan dosen yang diharapkan dapat memberikan wawasan dan arah pelaksanaan perkuliahan.
Berkaitan dengan bagaimana menjalani kuliah secara baik, saya menemukan penjelasan praktis dari The Liang Gie dalam buku Efisiensi Untuk Meraih Sukses (Yogyakarta: Panduan, 2003). Menurut The Liang Gie, hal pokok yang harus dipahami oleh mahasiswa berkaitan dengan posisi utamanya sebagai mahasiswa memahami tugas pokoknya. Tugas yang pertama dan yang utama dari setiap mahasiswa adalah BELAJAR dengan hasrat yang membara. Hasrat belajar harus terus dijaga dan dikelola secara baik agar studi dapat berjalan secara sukses. Pengetahuan dan keterampilan di bangku kuliah tidak mungkin dikuasai dan dipelajari secara santai-santai, kalau ingat, atau kalau sempat.
Setelah hasrat kuat, asas penting yang harus dimiliki adalah BELAJAR SECARA TERATUR. Kalau sifat keteraturan telah menjadi kebiasaan, sifat ini akan mempengaruhi jalan pikirannya dan caranya berpikir. Kemampuan berpikir teratur akan menjadi modal penting menguasai pengetahuan yang bermacam-macam ragamnya.
Asas berikutnya lagi adalah DISIPLIN. Setiap pelajar harus mempunyai disiplin dan mendisiplinkan diri untuk belajar segiat mungkin, untuk mengerahkan segenap pikiran, tenaga, dan waktu untuk meraih pengetahuan sedalam dan seluas mungkin.
Beberapa keterampilan yang harus dikuasai oleh mahasiswa baru adalah:
1.  Keterampilan Membaca
Membaca adalah suatu rangkaian kegiatan pikiran seorang pelajar yang dilakukan dengan penuh perhatian untuk memahami sesuatu keterangan yang disajikan kepada indera penglihatan dalam bentuk lambang huruf dan tanda lainnya. Membaca merupakan sebuah kegiatan belajar terpenting yang harus dilakukan oleh mahasiswa. Membaca rutin dan serius akan mengantarkan mahasiswa memiliki pengetahuan luas, arif menghadapi kehidupan, dan ahli dalam berbagai bidang ilmu yang dipelajari.
Pembaca yang baik memiliki ciri: (a) membaca secara cepat; (b) memahami isi dari bahan bacaannya; (c) seusai membaca dapat mengingat butir-butir gagasan utama dari bahan bacaannya; dan (d) mempunyai kebiasaan membaca yang baik.
2.  Keterampilan Mencatat Bacaan
Membaca akan sia-sia kalau tidak dicatat karena pikiran tidak akan mampu mengingat semua bahan bacaan. Membuat catatan tertulis mengenai buku atau bahan bacaan setelah membaca merupakan sebuah keharusan. Mencatat bisa dilakukan di komputer atau di buku tulis. Beberapa hal yang harus Anda catat adalah: penulis buku, judul buku, kota terbit, nama penerbit, dan jangan lupa halaman buku yang dikutip.
3.  Keterampilan Memusatkan Perhatian
Kemampuan memusatkan perhatian (konsentrasi) bukanlah bakat alamiah yang terbawa sejak bayi. Kemampuan ini merupakan kebiasaan seseorang yang dapat ditimbulkan, dilatih, dan dibesarkan. Landasan utamanya adalah minat. Minat berperan untuk: (a) melahirkan perhatian yang serta merta; (b) memudahkan terciptanya konsentrasi; dan (c) mencegah gangguan perhatian dari luar.
Demikian catatan singkat untuk menyambut mahasiswa baru. Semoga memberikan manfaat kepada para mahasiswa baru agar mereka sukses menapaki bangku perkuliahan.
Salam
Trenggalek, 1 September 2013
Ngainun Naim


2 komentar:

  1. Balasan
    1. Terima kasih Mas Muhammad Rifa'i sudah berkenan berkunjung dan membaca blog sederhana ini.

      Hapus

Terima kasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Komentar anda sangat saya hargai.